Morfem
Morfem adalah satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan makna
dan atau mempunyai makna. Wujud morfem dapat berupa imbuhan, klitika, partikel,
dan kata dasar (misalnya –an, -lah, -kah, bawa). Sebagai kesatuan
pembeda makna, semua contoh morfem tersebut merupakan bentuk terkecil dalam
arti tidak dapat dibagi lagi menjadi kesatuan bentuk yang lebih kecil.
Untuk membuktikan morfem sebagai pembeda makna dapat kita lakukan
dengan cara menggabungkan morfem itu dengan kata yang mempunyai makna arti
leksikal. Jika penggabungan itu menghasilkan makna baru, berarti unsur yang
digabungkan dengan kata dasar itu adalah morfem.
Contoh:
Morfem –an,
-di, me, ter, lah, jika digabungkan dengan kata makan, dapat membentuk kata-kata
baru: makanan, dimakan, memakan, termakan, makanlah. Kata-kata itu
mempunyai makna baru yang berbeda dengan kata makan.
Jika ditinjau dari segi bentuknya,
semua kata dasar tergolong sebagai morfem karena wujud bentuknya memang
hanyasatu morfem. Kata dasar bawa, rumah, main, tidak dapat diurai lagi
menjadi bentuk yang lebih kecil. Sebaliknya, kata terbawa, dirumahkan,
dipermainkan adalah kata-kata kompleks yang dapat diurai lagi karena
morfemnya lebih dari satu.
Menurut bentuk dan maknanya morfem
dapat dibedakan atas dua macam.
1)
Morfem
bebas, yakni morfem yang dapat berdiri
sendiri dari segi makna tanpa harus dihubungkan dengan morfem yang lain. Semua kata
dasar tergolong morfem bebas.
2)
Morfem
terikat, yaitu morfem yang tidak dapat
berdiri sendiri dari segi makna. Makna morfem terikat baru jelas setelah morfem
itu digabungkan dengan morfem yang lain. Semua imbuhan (awalan, sisipan,
akhiran, serta kombinasi awalan dan akhiran) tergolong dengan morfem terikat. Selain
itu unsur-unsur kecil seperti klitika, partikel dan bentuk lain yang tidak
dapat berdiri sendiri, juga tergolong sebagai morfem terikat.



0 komentar:
Posting Komentar