Sabtu, 29 Maret 2014

MORFEM


Morfem
Morfem adalah satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan makna dan atau mempunyai makna. Wujud morfem dapat berupa imbuhan, klitika, partikel, dan kata dasar (misalnya –an, -lah, -kah, bawa). Sebagai kesatuan pembeda makna, semua contoh morfem tersebut merupakan bentuk terkecil dalam arti tidak dapat dibagi lagi menjadi kesatuan bentuk yang lebih kecil.
Untuk membuktikan morfem sebagai pembeda makna dapat kita lakukan dengan cara menggabungkan morfem itu dengan kata yang mempunyai makna arti leksikal. Jika penggabungan itu menghasilkan makna baru, berarti unsur yang digabungkan dengan kata dasar itu adalah morfem.
Contoh:

            Morfem –an, -di, me, ter, lah, jika digabungkan dengan kata makan, dapat membentuk kata-kata baru: makanan, dimakan, memakan, termakan, makanlah. Kata-kata itu mempunyai makna baru yang berbeda dengan kata makan.
            Jika ditinjau dari segi bentuknya, semua kata dasar tergolong sebagai morfem karena wujud bentuknya memang hanyasatu morfem. Kata dasar bawa, rumah, main, tidak dapat diurai lagi menjadi bentuk yang lebih kecil. Sebaliknya, kata terbawa, dirumahkan, dipermainkan adalah kata-kata kompleks yang dapat diurai lagi karena morfemnya lebih dari satu.
            Menurut bentuk dan maknanya morfem dapat dibedakan atas dua macam.
1)      Morfem bebas, yakni morfem yang dapat berdiri sendiri dari segi makna tanpa harus dihubungkan dengan morfem yang lain. Semua kata dasar tergolong morfem bebas.

2)      Morfem terikat, yaitu morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dari segi makna. Makna morfem terikat baru jelas setelah morfem itu digabungkan dengan morfem yang lain. Semua imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta kombinasi awalan dan akhiran) tergolong dengan morfem terikat. Selain itu unsur-unsur kecil seperti klitika, partikel dan bentuk lain yang tidak dapat berdiri sendiri, juga tergolong sebagai morfem terikat.

0 komentar:

Posting Komentar