Selasa, 01 April 2014

Jenis-jenis campur kode



Jenis-jenis Campur Kode
Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terdapat di dalam campur kode, Suwito (1996: 89) membedakan campur kode menjadi dua golongan, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode keluar. Campur kode ke dalam adalah campur kode dengan unsur-unsur yang bersumber dari bahasa asli atau serumpun, dan campur kode ke luar adalah campur kode yang unsurnya bersumber dari bahasa asing. Selanjutnya berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, Suwito (1996: 92) membedakan campur kode menjadi beberapa macam antara lain:
1.    Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata
Kata merupakan unsur terkecil dalam pembentukan kalimat yang sangat penting peranannya dalam tata bahasa, yang dimaksud kata adalah satuan bahasa yang berdiri sendiri, terdiri dari morfem tunggal atau gabungan morfem.

2.    Penyisipan unsur-unsur yang berujud frasa:
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak prediktif, gabungan itu dapat rapat dan dapat renggang (Harimurti, 2001: 59).
Sedangkan Parera (1988: 32) mengartikan frasa sebagai konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih, baik dalam bentuk sebuah pola dasar kalimat maupun tidak.

3.    Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster:
Baster merupakan hasil perpaduan dua unsur bahasa yang berbeda membentuk satu makna (Harimurti, 1993: 92)

4.    Penyisipan unsur-unsur yang berwujud perulangan kata:
Perulangan kata merupakan kata yang terjadi sebagai akibat dari reduplikasi.

5.    Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom:
Idiom merupakan konstruksi dari unsur-unsur yang saling memilih, masing-masing anggota mempunyai makna yang ada hanya karena bersama yang lain atau dengan pengertian lain idiom merupakan konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya.

6.    Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa:
Harimurti (2001: 110) mendefinisikan klausa sebagai satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat serta mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.

0 komentar:

Posting Komentar