Jenis-jenis Campur Kode
Berdasarkan
unsur-unsur kebahasaan yang terdapat di dalam campur kode, Suwito (1996: 89)
membedakan campur kode menjadi dua golongan, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode keluar. Campur kode ke dalam
adalah campur kode dengan unsur-unsur yang bersumber dari bahasa asli atau
serumpun, dan campur kode ke luar adalah campur kode yang unsurnya bersumber
dari bahasa asing. Selanjutnya berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat
di dalamnya, Suwito (1996: 92) membedakan campur kode menjadi beberapa macam
antara lain:
1.
Penyisipan
unsur-unsur yang berwujud kata
Kata merupakan
unsur terkecil dalam pembentukan kalimat yang sangat penting peranannya dalam
tata bahasa, yang dimaksud kata adalah satuan bahasa yang berdiri sendiri,
terdiri dari morfem tunggal atau gabungan morfem.
2.
Penyisipan
unsur-unsur yang berujud frasa:
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak prediktif, gabungan itu dapat rapat dan dapat renggang (Harimurti, 2001: 59).
Sedangkan Parera (1988: 32) mengartikan frasa sebagai konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih, baik dalam bentuk sebuah pola dasar kalimat maupun tidak.
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak prediktif, gabungan itu dapat rapat dan dapat renggang (Harimurti, 2001: 59).
Sedangkan Parera (1988: 32) mengartikan frasa sebagai konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih, baik dalam bentuk sebuah pola dasar kalimat maupun tidak.
3.
Penyisipan
unsur-unsur yang berwujud bentuk baster:
Baster merupakan hasil perpaduan dua unsur bahasa yang berbeda membentuk satu makna (Harimurti, 1993: 92)
Baster merupakan hasil perpaduan dua unsur bahasa yang berbeda membentuk satu makna (Harimurti, 1993: 92)
4.
Penyisipan
unsur-unsur yang berwujud perulangan kata:
Perulangan kata merupakan kata yang terjadi sebagai akibat dari reduplikasi.
Perulangan kata merupakan kata yang terjadi sebagai akibat dari reduplikasi.
5.
Penyisipan
unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom:
Idiom merupakan konstruksi dari unsur-unsur yang saling memilih, masing-masing anggota mempunyai makna yang ada hanya karena bersama yang lain atau dengan pengertian lain idiom merupakan konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya.
Idiom merupakan konstruksi dari unsur-unsur yang saling memilih, masing-masing anggota mempunyai makna yang ada hanya karena bersama yang lain atau dengan pengertian lain idiom merupakan konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya.
6.
Penyisipan
unsur-unsur yang berwujud klausa:
Harimurti (2001: 110) mendefinisikan klausa sebagai satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat serta mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.
Harimurti (2001: 110) mendefinisikan klausa sebagai satuan gramatikal yang berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat serta mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.



0 komentar:
Posting Komentar