Selasa, 05 Maret 2013

MEDAN MAKNA


            Harimurti (1982) menyatakan bahwa medan makna adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan yang direalisasikan oleh seperangkat unsur leksikal yang maknanya berhubungan. Umpamanya, nama-nama warna membentuk medan makna tertentu. Begitu juga dengan nama perabot rumah tangga, istilah pelayaran, istilah olahraga, istilah perkerabatan, istilah alat pertukangan dan sebagainya.

            Kata atau unsur yang maknanya berhubungan dalam satu bidang tertentu jumlahnya tidak sama dari satu bahasa dengan bahasa lain, sebab berkaitan erat dengan kemajuan atau situasi budaya masyarakat bahasa yang bersangkutan. Nama-nama warna dalam bahasa indonesia adalah cokelat, merah, biru, hijau, kuning, dan abu-abu, dalam hal ini putih dan hitam menurut fisika adalah bukan warna; atau lebih tepat, putih adalah kumpulan segala macam warna, sedangkan hitam adalah tidak ada warna sama sekali. Lain, untuk membedakan perbedaan nuansa warna dari nama-nama warna pokok itu biasanya diberi keterangan perbandingan dibelakang nama warna itu.
            Kata-kata yang berada dalam satu medan makna dapat digolongkan menjadi dua, yaitu yang termasuk golongan kolokasi dan golongan set. Kolokasi menunjukkan kepada hubungan sintagmatik yang terjadi antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. Jenis makna ada juga istilah kolokasi yaitu jenis makna kolokasi. Yang dimaksud disini adalah makna kata yang tertentu berkenaan dengan keterikatan kata tersebut dengan kata lain yang merupakan kolokasinya.
            Kalau kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmatik karena sifatnya yang linear maka set menunjuk pada hubungan paradigmatik karena kata-kata atau unsur-unsur yang berada dalam suatu set dapat saling menggantikan. Suatu set biasanya berupa sekelompok unsur leksikal dari kelas yang sama yang tampaknya merrupakan satu kesatuan. Setiap unsur leksikal dalam suatu set dibatasi oleh tempatnya dalam hubungan dengan anggota-anggota dalam set tersebut.
            Pengelompokkan kata berdasarkan kolokasi dan set dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai teori medan makna, meskipun makna unsur-unsur leksikal itu sering bertumpang tindih dan batas-batasnya seringkali juga menjadi kabur. Selain itu pengelompokan ini juga kurang memperhatikan perbedaan antara yang disebut makna denotasi dan makna konotasi; antara makna dasar suatu kata atau leksem dengan makna tambahan dari kata itu.
            Secara semantik diakui bahwa pengelompokan kata atau unsur-unsur leksikal secara kolokasi dan set hanya menyangkut satu segi makna, yaitu makna dasarnya saja. Sedangkan makna seluruh tiap kata atau unsur leksikal itu perlu dilihat dan dikaji secara terpisah dalam kaitannya dengan penggunaan kata atau unsur leksikal tersebut di dalam pertuturan.

0 komentar:

Posting Komentar