Tak pernah ku inginkan dan tak pernah ku pikirkan
ternyata cinta yang ku rajut bersamanya berakhir secepat kilat. ntah aku yang
terlalu ego ntah siapa, atau mungkin aku yang tak pernah bisa memahaminya
seperti mereka yang pernah hadir dalam hidupnya.
Tapi
disisi lain tak dapat ku pungkiri hati ini terlanjur kecewa saat ku tau dia
masih menyimpan rasa pada dirinya yang pernah singgah di hatinya. saat ku minta
penjelasan banyak alasan yang ia utarakan. Tapi alasan itu bagiku tak masuk
akal. aku rasa aku bukanlah anak TK yang harus diberi penjelasan seperti itu.
Sebenarnya
aku tak melarang mereka untuk terus berkomunikasi tapi jangan bohongi hati ini.
aku tau tak mudah melupakan seseorang yang pernah hadir dihatinya dan mengisi
hari-harinya dengan berbagai warna. Namun apasalahnya berkata jujur kalau
diantara mereka masih terjalin komunikasi tanpa harus berdusta dengan
mengatakan mereka tidak lagi ada komunikasi.
Aku menyadari semenjak kebohongan itu sifat ku
mulai berubah, dan aku mulai tak mempercayai dia lagi dalam berbagai hal dan
sejak itu juga aku merasa kalau dia mendekati ku bukan karna dia menyayangiku
dan bukan karna cinta. Ntah karna apa aku pun tidak tau.
Pernah diantara aku dan dia putus komunikasi
nyampe beberapa hari dan bahkan sampe dan lebih dari seminggu dia diamkan aku
tanpa sebab. Akhirnya aku mengalah, aku minta maaf padanya, walau ku tau aku
tak berbuat salah padanya. dan aku pun tak mempersoalkan apa-apa.
Ntah
berapa kali dia diamkan aku seperti itu bahkan tak bisa untuk ku hitung.
Terahir dia diamkan aku hanya karna masalah sepele. aku mencoba untuk minta
maaf, ku kirim Sms dan ku Telpon namun tak sedikitpun digubris. karna hati
terlalu kesal ku buat pesan di kronologi facebooknya. Aku tau kalau dia tak
menytukai itu dan dia juga pernah melarang. Tapi aku tak lagi hiraukan hal itu.
Setelah dia buka facebook, mungkin aja dia kesal
dan pertemanan di pacebook pun batalkannya. setelah ku tau kalau pertemanan di
facebook di batalkannya, aku jadi marah. Aku sms dia dengan kata-kata yang
kurang enak untuk dibaca.
setelah hati ini tenang, rasa kesal dan dengki
mulai menyingkir, aku menyesal kenapa harus ku kirim SMS seperti itu. Bukankah
lebih baik aku berterimakasih padanya. karna ucapan terimakasih bila dia
memahami maksudnya dia akan mengerti. Aah. . . . . . namun penyesalan tak ada
gunanya.
Mlam hari ketika ku sampai di pekanbaru sepulang
dari kampung halaman, ku berfikir dan berfikir akhirnya ku temukan satu
kesimpulan "bahwa aku harus mengakhiri semuanya". walau hati ini
masih mencinta dan menyayanginya. Tapi aku sudah tidak sanggup akan sikapnya
terhadap ku, lebih baik ku berpisah dengannya.
sehari setelah ku putus darinya, aku dikasih tau
seseorang kalau dia pernah minta carikan pacar sama temannya. waktu itu aku masih
berstatus pacarnya. Aaah...... sungguh tega. Ternyata selama ini sayang dan
cintanya itu hanyalah dari bibir saja tak tulus dari hati. ku ingat dia pernah
berkata "abang tak ingin menyakiti dan mengecewakan cewek karna abang tau
adek abang juga cewek". eh tau-taunya kata-kata itu hanyalah untuk
melengkapi sebuah sandiwara agar berjalan dengan mulus.
Walaupun seperti itu aku tak membencinya, karna
aku memang tak pernah diajarkan untuk membenci seseorang. Apalagi dia juga
pernah mewarnai hari-hariku sebelumnya. karna itu tak ada alasan bagiku untuk
membencinya.
Tapi dia......... entah bencikan aku ntah apa aku
tak tau........ untuk berteman dengan dirinya saja sepertinya dia tidak mau.
kalau menurutku sih apasalahnya berteman. mmmm tapi cara berpikir orang
berbeda-beda. saat ini kami benar-benar tak lagi ada komunikasi. bagaikan
lenyap ditelan bumi. ah sadis betul ya? masa iya di telan bumi. Hehee
Satu harapan ku semoga engkau selalu bahagia.
amin



0 komentar:
Posting Komentar